ragamhias daerah di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Motif ragam hias tersebut dapat dijumpai pada hasil karya batik, ukiran, anyaman, dan tenun. Gambar 2 Ragam Hias Burung Merak Sumber : Ornamen Nusantara, 2009 3. Ragamhias ini menggambarkan merak menari. Batik belanda konon dikembangkan seorang pengusaha perempuan keturunan Belanda di abad 19. Batik belanda bercirikan motif buketan (rangkaian bunga), motif dongeng (semacam kisah tudung merah dan cinderella), serta gambaran peristiwa penting seperti perang. Sementara itu, batik pagi-sore punya ciri Batikkeraton. Batik keraton (dikenal juga dengan istilah batik larangan atau batik vorstenlanden) adalah batik yang berkembang dalam lingkungan keraton, baik Yogyakarta maupun Surakarta. Batik keraton merupakan awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung beragam makna filosofi hidup yang banyak terilhami KeratonCirebon dan Keraton Sumenep.Jenis ragam hias batik klasik antara lain lereng, Ceplok, Sidomukti, Semen, Kawung, Tritik, Parang, Parang Rusak, dan Sidoluhur. T eknik suatu merupakan gubahan dalam. Utami, Swari, Ornamen Tradisional Bali pada Interior Bangunan Gedung Ksirarnawa. Volume 4 - Nomor 2 - Juni 2021. 170. jurnal arsitektur ZONASI : Vol. 4 No. 2 Batik Solo dan Yogyakarta Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga keraton dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu. Pada saat upacara resmi .

jenis ragam hias seperti batik solo dilukiskan secara