TUGASPENELITIAN TINDAKAN KELAS SOAL LATIHAN PTK HAL . 1. Sebagai seorang guru, Anda tentu pernah mempunyai masalah dalam pembelajaran. Cobalah identifikasikan masalah yang pernah Anda hadapi, kemudian pilih salah satu masalah untuk dianalisis. Setelah melakukan analisis, rumuskan dan jabarkan masalah tersebut. Beberapamasalah yang umum dalam ekonomi makro adalah adalah inflasi, pengangguran, neraca pembayaran dan lain lain. Jadi sekarang mari kita mengenal mereka lebih baik. Permasalahan ekonomi makro timbul ketika ekonomi tidak mencapai tujuannya secara penuh, seperti misalnya ada pengangurran terselubung, kurangnya stabilitas, dan pertumbuhan Jabarkanmengenai mampu mengatasi masalah! Jawaban: Setiap warga negara harus memiliki kemamampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Sikap ini kebiasaan menghadapi masalah, sehingga jikalau sebelumnya hanya menjadi penonton, pengkritik atau menyalahkan orang lain, sekarang menjadi orang yang mampu memberi solusi (jalan keluar). Beberapatips mengatasi hambatan usaha tersebut yaitu sebagai berikut: 1. Meningkatkan kemampuan pedagang 2. Memilih tempat usaha yang tingkat persaingannya rendah 3. Mendirikan usaha mie ayam di lokasi strategis 4. Menciptakan produk yang berbeda dan berkualitas 5. Memastikan produk yang dijual memenuhi standar kesehatan 6. Hal-hal yang perlu kita lakukan sebagai upaya mengatasi konflik SARA di Indonesia: 1. Berdoa pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Doa pada Tuhan sangat penting dalam kehidupan orang beriman. Melihat dari sila pertama Pancasila saja sudah menyiratkan akan betapa berharganya campur tangan Tuhan dalam hidup manusia. Untuk dapat mengatasi konflik SARA Berikutini penjelasan singkat mengenai 5 masalah ekonomi di Indonesia dan solusinya yang penting untuk diperhatikan, seperti: Peranan APBN sebagai stimulus ekonomi yang belum optimal APBN ini penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, jika jumlahnya besar tetapi belum berperan penting untuk menstimulus ekonomi maka bisa menjadi masalah tersendiri. . Keinginanmu untuk bisa menyelesaikan lebih banyak masalah seorang diri merupakan hal positif. Ini menandakan kedewasaanmu telah bertambah. Kamu merasa sungkan bila sering merepotkan orang lain dengan berbagai memecahkan beragam masalah dalam hidup sendirian memang gak gampang. Bahkan akan bertambah sulit apabila kamu kurang tepat dalam memaknai usaha buat mengatasi masalah sendiri. Enam kiat ini semoga Hindari berpikir setiap masalah harus selesai saat ini jugailustrasi stres PiacquadioBagaimanapun, ada masalah yang sederhana dan mudah dipecahkan, tapi ada pula masalah yang lebih rumit. Kamu tidak boleh menyamaratakannya karena akan menjadi beban buat diri kok, kalau kamu memerlukan lebih banyak waktu kala berhadapan dengan masalah besar. Jangan menekan diri terlalu keras. Pun tergesa-gesa dalam mengatasinya malah bisa menimbulkan masalah yang lain karena penanganan yang tidak Buat dirimu lebih rileks agar pikiran menjadi jernihilustrasi tertawa SubiyantoSemua orang yang tengah berhadapan dengan masalah tentunya akan merasa tegang. Makin berat persoalannya, makin besar juga tekanan psikis yang ditimbulkannya. Maka penting sekali untuk kamu merilekskan berpikir kamu baru bisa dan boleh rileks setelah masalahmu selesai. Sebab pikiran yang terlalu tegang menyulitkanmu buat melihat duduk perkaranya dengan jernih. Emosimu malah mudah dapat bercanda dengan sejumlah teman, berolahraga, atau melakukan kegiatan lain guna mengalihkan perhatianmu dari masalah tersebut untuk sementara waktu. Jangan menganggapnya sebagai buang-buang waktu. Terus memikirkan masalahmu juga gak menjamin kamu mampu mengatasinya dengan cepat dan Rumuskan masalah utama yang harus kamu pecahkanilustrasi berpikir yang kerap terjadi adalah makin masalah dipikirkan, makin rumit juga kelihatannya. Ini seperti semak-semak yang terus tumbuh dan menyulitkanmu menyentuh permukaan tanah. Kamu perlu memilah-milah dulu mana masalah utama yang harus segera diatasi serta masalah-masalah yang hanya merupakan fokusmu tepat pada masalah utama sehingga penyelesaiannya akan otomatis melenyapkan masalah-masalah lain. Bila kamu berfokus pada semak-semak dengan terus mencoba memangkasnya, pertumbuhannya mungkin lebih cepat dari gerakan gunting tanamanmu. Baca Juga 5 Alasan Harus Berani Menyiapkan Konsekuensi Terburuk dalam Hidup 4. Mencari informasi dari orang lain tetap perluilustrasi percakapan SHKRABAIni yang barangkali kurang kamu pahami dengan baik. Saking inginnya mampu mandiri dalam pemecahan masalah, kamu menolak membicarakannya sedikit saja dengan orang lain. Padahal, kamu butuh banyak informasi agar dapat merumuskan mencari informasi, sekadar curhat soal problemmu pada orang lain juga tetap boleh, kok. Terpenting kamu tidak meminta mereka turun tangan dalam persoalanmu. Apabila kamu sama sekali tidak mencari informasi atau curhat pada orang lain, nanti kamu stres dan tak segera Yakin kamu lebih besar daripada masalahmuilustrasi percakapan productionSetiap muncul rasa bimbang akankah kamu mampu mengatasi masalah itu, katakan bahwa kamu lebih besar dari masalahnya. Kamu memang dilahirkan untuk menghadapi persoalan tersebut sehingga dirimu tidak perlu takut tak punya cukup ini tidak dimaksudkan buat meremehkan masalahmu. Namun semata-mata guna membangun kepercayaan dirimu yang turun saat berhadapan dengan persoalan rumit. Semua rumit pada awalnya, tapi bakal terlihat lebih simpel setelah kamu fokus pada masalah utama seperti dalam poin Iringi usaha dengan doailustrasi berdoa KrasnikovaBerdoa membuatmu merasa lebih tenang. Ada Tuhan yang segala urusan mudah bagi-Nya. Sangat disayangkan apabila kamu mengesampingkan doa dan hanya berusaha memecahkan masalah seorang Tuhan adalah semudah-mudahnya jalan. Akan tetapi ingat bahwa Tuhan tidak mengubah nasib kaum-Nya apabila kaum tersebut tak mau berusaha. Seimbangkan antara usaha dan doa supaya masalahmu lekas masalah sendiri juga hendaknya tak membuatmu menutup ruang diskusi. Kalau persoalannya menyangkut orang lain, tentu kamu tidak bisa memaksakan solusimu sebagai satu-satunya pemecahan masalah. Tetaplah optimis bahwa kamu punya kemampuan yang memadai untuk mengatasi banyak problem dalam hidup. Baca Juga 5 Kelebihan Jadi Morning Person, Pandai Menata Hidup yang Produktif IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Pengurangan Ketimpangan Semakin Penting Agar Masyarakat Termiskin Terbantu WASHINGTON, 2 Oktober 2016 – Kendati kelesuan perekenomian dunia, kemiskinan ekstrem di dunia terus berkurang, menurut laporan terbaru Bank Dunia terkait isu kemiskinan dan kesejahteraan bersama. Namun, seiring dengan proyeksi tren pertumbuhan, laporan tersebut mengingatkan bahwa pengurangan ketimpangan yang tinggi semakin penting agar tercapai target pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2030. Menurut edisi pertama dari Laporan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bersama Poverty and Shared Prosperity Report – sebuah paparan baru data terkini dan akurat terkait kemiskinan dan kesejahteraan bersama di dunia – sekitar 800 juta orang bertahan hanya dengan kurang dari US$1,9 per hari di tahun 2013. Jumlah tersebut sekitar 100 juta lebih sedikit dibanding di tahun 2012. Perbaikan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem lebih banyak didorong oleh kawasan Asia Timur dan Pasifik, terutama Tiongkok, Indonesia, dan India. Setengah dari penduduk miskin ekstrem di dunia berasal dari kawasan Afrika Sub-Sahara dan sepertiga-nya lagi di Asia Selatan. Di 60 dari 83 negara yang tercakup oleh laporan tersebut, sejak tahun 2008 pendapatan rata-rata rakyat yang hidup di 40 persen terbawah telah meningkat, walaupun terjadi krisis keuangan di masa itu. Lebih penting lagi, negara-negara ini mewakili 67 persen dari penduduk dunia. “Cukup mengesankan bagaimana negara-negara terus mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan walaupun perekonomian dunia kurang mendukung – namun masih terlalu banyak rakyat bertahan dengan penghasilan yang terlalu kecil,” ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. “Kita beresiko tidak mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2030, kecuali dengan kembalinya laju pertumbuhan yang lebih cepat agar mengurangi ketimpangan. Yang diperlukan cukup jelas untuk menghentikan kemiskinan, kita perlu memperluas lapangan kerja agar masyarakat termiskin terbantu. Salah satu cara yang paling meyakinkan adalah pengurangan ketimpangan yang tinggi, terutama di negara-negara dimana banyak rakyat miskin.” Perhatian Khusus untuk Isu Ketimpangan Ketimpangan di antara semua orang di dunia telah menurun secara konsisten sejak tahun 1990. Bahkan, ketimpangan di masing-masing negara telah menurun di banyak tempat sejak tahun 2008; bagi setiap negara yang mengalami kenaikan ketimpangan dalam periode ini, dua negara lain mengalami penurunan. Namun, ketimpangan tetap terlalu tinggi dan kekhawatiran terkait pengumpulan kekayaan antara golongan terkaya semakin terasa. Laporan ini menemukan bahwa di 34 dari 83 negara yang dipantau, kesenjangan pendapatan melebar seiring dengan meningkatnya pendapatan di antara 60 persen terkaya dibanding mereka yang berada di 40 persen termiskin. Dan di 23 negara, penduduk yang merupakan 40 persen golongan termiskin menderita penurunan pendapatan selama beberapa tahun, dan tidak saja bila dibanding penduduk terkaya namun secara absolut. Setelah mempelajari sekelompok negara – termasuk Brasil, Kamboja, Mali, Peru dan Tanzania – yang berhasil mengurangi ketimpangan secara signifikan selama beberapa tahun terakhir, dan mempelajari berbagai bukti yang tersedia, peneliti Bank Dunia mengindentifikasi enam strategi yang berpeluang memberi dampak. Strategi tersebut mengungkap kebijakan yang terbukti telah menambah penghasilan masyarakat miskin, memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan penting, dan memperkuat prospek pembangunan jangka panjang tanpa merusak pertumbuhan. Kebijakan ini berkinerja baik ketika didampingi oleh pertumbuhan yang kuat, manajemen makro ekonomi yang baik, dan pasar tenaga kerja yang dapat menciptakan lapangan kerja dan memungkinkan masyarakat termiskin untuk memanfaatkan peluang tersebut. Pengembangan anak usia dini dan gizi langkah-langkah ini membantu pertumbuhan anak di masa hari pertama mereka. Kekurangan gizi dan kekurangan pertumbuhan kognitif selama periode ini dapat menyebabkan penundaan pendidikan dan mengurangi prestasi mereka di kemudian hari. Perlindungan kesehatan untuk semua Memberi cakupan kepada masyarakat tidak mampu untuk mendapat layanan kesehatan yang terjangkau dan tepat waktu, dan pada saat yang sama meningkatkan kapasitas masyarakat untuk belajar, bekerja dan melakukan kemajuan. Akses pendidikan bermutu untuk semua Jumlah pelajar di seluruh dunia telah meningkat dan pusat perhatian harus bergeser dari sekadar mengirim anak-anak ke sekolah menjadi memberikan pendidikan bermutu untuk setiap anak di manapun mereka berada. Pendidikan untuk semua anak harus mengedepankan proses belajar, pengetahuan dan pengembangan keterampilan serta kualitas guru. Bantuan tunai kepada keluarga miskin Program ini memberi penghasilan pokok kepada keluarga miskin, memungkinkan mereka untuk menjaga anak-anak mereka tetap sekolah dan memungkinkan kaum ibu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Uang tersebut juga dapat membantu keluarga miskin membeli berbagai keperluan seperti bibit, pupuk, atau ternak, dan membantu mereka menghadapi kekeringan, banjir, bencana pandemik, krisis ekonomi atau guncangan yang lain. Bantuan tunai telah terbukti mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi orang tua maupun anak-anak. Infrastruktur pedesaan – terutama jalan dan penyediaan listrik Pembangunan jalan pedesaan dapat mengurangi biaya transportasi, menghubungkan petani desa ke pasar untuk menjual barang-barang mereka, serta memungkinkan pekerja bergerak lebih bebas, dan memperbaiki akses ke pendidikan dan layanan kesehatan. Misalnya, penyediaan listrik bagi masyarakat desa di Guatemala dan Afrika Selatan telah membantu peningkatan tenaga kerja kaum perempuan. Akses listrik juga membuat usaha rumah skala kecil menjadi lebih layak dan produktif, yang sangat diperlukan bagi masyarakat miskin di desa. Sistem perpajakan yang progresif Sistem perpajakan yang adil dan progresif dapat membiayai kebijakan agar program pemerintah yang diperlukan berjalan dengan baik, mengalokasikan sumber daya yang ada ke masyarakat termiskin. Sistem pajak dapat dirancang agar mengurangi ketimpangan dan pada saat yang sama menjaga efisiensi anggaran. “Beberapa langkah ini dapat mempengaruhi ketimpangan pendapatan secara cepat. Sementara itu yang lainnya memberi manfaaf secara bertahap. Tidak ada obat ajaib,” ujar Kim. “Namun, semua langkah tersebut ditopang oleh bukti kuat, dan kebanyakan dalam jangkauan anggaran dan kapasitas teknis para negara. Mengadopsi kebijakan yang sama bukan berarti semua negara akan mendapatkan hasil yang sama. Namun kebijakan yang telah kami identifikasi telah berhasil berulang kali dalam lingkungan yang berbeda di seluruh dunia.” Untuk membaca lapora silahkan klik di Apakah kamu pernah mendengar kata problem solving? Kalau dilihat dari artinya yaitu pemecahan masalah. Disadari atau tidak, pemecahan masalah itu sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan ternyata ini merupakan kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang apapun profesinya. Berikut ini akan dijelaskan lebih detail mengenai seluk beluk problem solving. Pengertian dan Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Inilah beberapa hal yang harus kamu pahami tentang problem solving dan bagaimana cara meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Problem Solving Problem Solving adalah kemampuan untuk menganalisis masalah serta menemukan solusi yang efektif untuk memecahkan masalah tersebut. Kemampuan ini sangat diperlukan di dalam dunia kerja. Keahlian ini sangat penting disaat kamu mengambil keputusan dan juga mengatasi masalah di dunia kerja, baik untuk masalah yang terduga maupun tidak terduga. Pentingnya Memiliki Kemampuan Problem Solving Penting sekali untuk memiliki kemampuan problem solving ini, entah sebagai pelajar, mahasiswa, karyawan, apalagi sebagai pimpinan di dalam suatu perusahaan. Kemampuan pemecahan masalah berhubungan erat dengan berbagai keahlian lainnya, yaitu seperti kemampuan mendengar, meneliti, kreativitas, menganalisa, komunikasi, kerja tim, dan pengambilan keputusan. Apakah Diri Kita Telah Memiliki Kemampuan Pemecahan Masalah? Mungkin kamu pernah berpikir, apakah kamu sudah memiliki kemampuan problem solving atau belum? Cara untuk mengatasinya adalah dengan merefleksikan kepada diri kamu, apakah kamu selama ini sudah mampu mengatasi masalah-masalah yang ada di keseharianmu? Ataukah kamu masih membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi masalahmu? Berikut ini ada beberapa tahapan yang didasarkan ke dalam proses pemecahan masalah dan pahami kembali apakah setiap proses pengambilan keputusan dari masalah yang kamu hadapi telah sesuai dengan tahapan yang semestinya atau belum. Tahapan dalam Proses Problem Solving 1. Mendefinisikan masalah Apakah kamu telah menerapkan pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah yang ada? Caranya adalah dengan menganalisa masalah yang terjadi, bahwa ada banyak hal yang bisa melatarbelakangi dan mempengaruhi sebuah masalah. 2. Mengembangkan solusi alternatif Setelah kamu mengetahui sumber masalah, maka tahapan yang selanjutnya yaitu adalah mengembangkan dan memikirkan alternatif solusi yang ada. Dalam hal ini kamu haruslah kreatif dan memiliki kemampuan untuk berpikir logis dan kritis. Cari tahu dan bandingkan berbagai alternatif dan pertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada. 3. Menentukan solusi terbaik Tujuan utama dari problem solving adalah menemukan solusi terbaik dari suatu permasalahan. Oleh sebab itu setelah memikirkan alternatif yang ada, cobalah tentukan solusi mana yang paling tepat. Untuk menentukan solusi yang paling tepat, pertimbangkanlah solusi mana yang tidak berpotensi menyebabkan masalah lainnya. 4. Menerapkan solusi dan mengevaluasi Berikut ini adalah tahapan akhir yang paling menentukan dari proses problem solving. Yaitu kamu akan menyusun strategi, mengatakannya dengan anggota tim dan menerapkan solusi yang telah dipilih. Setelah pengambilan keputusan atas solusi yang kamu pilih, maka kamu juga harus tetap mencari hasilnya dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat lalu mengevaluasi hasil jangka panjang dari penyelesaian tersebut. Cara Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mengingat begitu pentingnya kemampuan problem solving ini, maka ada baiknya jika kamu dapat terus meningkatkan kemampuan tersebut. Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk meningkatkan kemampuan problem solving. 1. Perbanyak pengetahuan Perbanyaklah wawasan dan pengetahuan teknis di bidang yang sedang kamu tekuni. Mempunyai pengetahuan yang cukup banyak, maka kamu tentu akan lebih mudah dalam mengatasi masalah yang kamu hadapi. Ada beberapa cara yang bisa dicoba yaitu misalnya mengikuti tren di bidang yang kamu pilih dan kursus-kursus tambahan untuk terus memperdalam keahlian dan pengetahuan. Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan kemampuan tersebut dengan aktif berdiskusi dan mendengarkan nasehat dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Dengan begitu, kamu tidak harus merasakan kegagalan yang sama dengan mereka untuk menemukan solusi yang efektif. 2. Latihan menyelesaikan masalah Setelah memperbaiki pola pikir, kamu juga harus rutin berlatih untuk memaksimalkan kemampuanmu dalam penyelesaian masalah, caranya yaitu dengan membaca buku-buku praktik profesional atau mencari beberapa skenario kasus problem solving secara online. Berlatihlah untuk menyelesaikan kasus, terutama yang masih berhubungan dengan profesi atau mungkin tempat kerjamu, kemudian tentukan solusi seperti apa yang paling tepat. Contoh kasus problem solving misalnya, bagaimana mempertahankan IPK di tengah kegiatan kuliah yang sangat menyita waktu? Atau jika di perusahaan, contoh kasusnya misalnya bagaimana mengatasi klien yang banyak permintaan? Dan lain sebagainya. 3. Ubah pola pikir Untuk dapat meningkatkan keahlian dalam problem solving, ubahlah pola pikir yang kamu miliki. Pandanglah bahwa masalah bukanlah suatu beban, melainkan tantangan yang diperlukan untuk dapat bertumbuh. Dengan begitu kamu tidak akan merasakan stres dalam menghadapi masalah dan lebih mudah menganalisa dan menemukan solusi yang tepat. 4. Gunakan metode mind mapping Berlatihlah menggunakan metode mind mapping dalam menangani suatu masalah. Metode ini sangat bermanfaat dalam menjelaskan bagian-bagian berbagai informasi yang kamu miliki sehingga dengan mudah kamu dapat mengerti inti permasalahannya. Mind map juga sangat bagus untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, membantu memfokuskan pikiran, dan membantumu menemukan beragam ide. 5. Lihat bagaimana strategi orang lain menyelesaikan masalah Dalam keseharian, cobalah perhatikan rekan dalam menyelesaikan masalah. Jika perlu kamu bisa bertanya pengalaman dengan senior kamu. Pada umumnya seorang senior akan memiliki pengalaman dan kemampuan problem solving yang baik pula. Sehingga kamu dapat menjadikan inspirasi dan juga informasi bagi kamu 6. Bermain game asah otak Di dalam waktu senggang tidak ada salahnya kamu bermain game yang mengasah otak. Bermain game asah otak juga dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan dalam problem solving. Contoh game asah otak yang bisa kamu coba seperti sudoku, rubik’s cube, catur, atau game-game asah otak online lainnya. 7. Fokuslah pada solusi Jika kamu mendapat suatu masalah, jangan biarkan pikiranmu terjebak ke dalam masalah yang ada. Ketika kamu hanya fokus pada masalah tersebut, kamu akan memberi rangsangan negatif pada otak dan dapat menimbulkan emosi negatif yang nantinya dapat menghambatmu dalam menemukan solusi. So, ubahlah caramu dalam menyikapi masalah tersebut dengan tidak panik, tetap tenang, analisislah masalah yang ada, dan fokuskan pikiran pada solusi apa yang tepat. 8. Tingkatkan kemampuan komunikasi Untuk meningkatkan kemampuan problem solving, sangat penting untuk melatih kemampuan komunikasi kamu sendiri. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik akan sangat diperlukan dalam menangani masalah terutama bila melibatkan orang lain. Demikianlah hal yang harus diperhatikan terutama bila ingin meningkatkan kemampuan problem solving yang kamu miliki. Kemampuan ini memang sebaiknya kamu miliki untuk bisa meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah di sekolah, di dunia kerja, dan juga dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, bagi kamu yang ingin mengetahui sejauh mana sih kemampuan kamu dalam urusan problem solving? Quipper Campus menyediakan fasilitas tes yang bisa kamu akses secara gratis dan kapanpun dengan mengunjungi link lalu klik tes kemampuan pemecahan. Pastikan sebelum mengisi tes tersebut kamu sudah memiliki akun Quipper Campus ya! Untuk membuat akunnya gratis juga kok. Semoga semua masalah bisa teratasi dengan baik dan semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu. Jika kamu ingin menjadi seorang karyawan yang dapat dipercaya, meningkatkan kemampuan problem solving merupakan sebuah kewajiban. Bagaimana tidak? Seiring berkembangnya zaman, perusahaan akan menemukan berbagai permasalahan baru yang perlu mereka tuntaskan. Maka dari itu, terlepas dari jabatan dalam perusahaan, keahlian ini akan sangat penting bagi kariermu di masa-masa mendatang. Namun, untuk menjadi seorang problem solver yang efektif membutuhkan waktu yang lama. Kamu harus bisa berpikir sistematis dan logis dalam waktu yang sama. Tak hanya itu, kamu juga harus bisa menggunakan pengalamanmu dalam saat sedang mencari jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan. Nah, agar bisa jadi problem solver andal dalam waktu yang ringkas, berikut 10 cara meningkatkan kemampuan problem solving yang bisa kamu lakukan. Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving 1. Berpikir positif © Banyak orang yang tidak mampu berpikir jernih saat pertama kali dihadapkan dengan masalah. Maka dari itu, agar bisa meningkatkan kemampuan problem solving, kamu wajib membiasakan diri untuk selalu berpikir positif. Sebab, saat sudah merasa lebih tenang, secara perlahan kamu akan melihat titik terang untuk menyelesaikan masalah. Berpikir positif memang terdengar klise. Akan tetapi, hal ini terbilang cukup susah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa tidak ada persoalan yang tidak memiliki jalan keluar. Jika kamu mencoba mengingatnya setiap menghadapi kebuntuan, seiring waktu kamu akan terbiasa untuk berpikir positif. Lalu, ingat saja, bahwa setiap kamu menemukan rintangan, mindset yang positif adalah langkah awal menuju penuntasan masalah tersebut. Nah, agar kamu bisa terus berpikiran positif di tempat kerja, pelajari langkah-langkahnya yang sudah Glints sediakan untukmu dalam artikel ini. 2. Identifikasi masalah © Setelah memiliki mindset positif, cobalah untuk identifikasi inti dari permasalahan saat kamu menemukan rintangan baru. Seperti pada tips sebelumnya, mengidentifikasi masalah juga tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Kebanyakan orang hanya berkutat di permukaan dan tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Hal ini mengakibatkan masalah baru yang bisa menumpuk di masa mendatan. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa melakukan problem solving secara efektif hingga ke akar permasalahan? Menurut Masterclass, salah satu caranya adalah dengan mengidentifikasi masalah dengan mengajukan banyak pertanyaan. Berlatihlah memilih pertanyaan-pertanyaan tepat yang bisa menguak sumber permasalahan. Jangan banyak berasumsi dan menebak sebelum mengambil keputusan. Problem solver yang baik selalu mengawali meneliti inti dari masalah yang mereka temukan. 3. Brainstorming © Cara berikutnya untuk meningkatkan skill problem solving-mu adalah dengan melakukan brainstorming secara aktif. Jika kamu belum memahami apa itu brainstorming, istilah tersebut mengacu pada kegiatan di mana sebuah tim berusaha untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menemukan ide-ide baru. Saat melakukan brainstorming, penting bagi tim untuk tidak mengkritisi setiap ide yang muncul, baik itu berasal dari diri sendiri atau dari rekan setim. Jika kamu mempunyai sebuah ide, jangan ragu untuk mengungkapkannya. Sebab, idemu itu bisa menjadi solusi yang jitu. Nah, sejatinya, proses brainstorming-mu dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien, dengan mengikuti langkah-langkah tertentu. Penasaran seperti apa? Pelajari selengkapnya dalam artikel ini yang sudah Glints susun untukmu. 4. Evaluasi © Tidak seperti brainstorming, proses evaluasi adalah tahap problem solving yang kerap dilupakan oleh semua orang. Padahal, evaluasi dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi kamu dan tim saat menemukan masalah baru di masa-masa mendatang. Cara melakukannya tidak sulit, kok. Pertama, kamu harus mengevaluasi ide-ide yang ditemukan saat brainstorming. Yang perlu dievaluasi di sini adalah pengaruh yang diberikan ide untuk penuntasan masalah. Dengan kata lain, pikirkan apakah ide tersebut dapat menyelesaikan masalah secara efektif atau tidak? Hal berikutnya yang harus kamu perhatikan adalah kerumitan dari ide tersebut. Kerumitan bukan tentang seberapa sulit ide tersebut untuk diimplementasikan. Namun, ia lebih mengenai jumlah waktu dan sumber daya yang kamu miliki. Bisakah ide tersebut berhasil dalam pada jangka waktu yang kamu miliki? Apakah ide tersebut bisa direalisasikan dengan budget yang kamu miliki? Hal tersebut harus kamu jawab terlebih dahulu. 5. Periksa kembali © Jika ingin meningkatkan kualitas dari keahlian problem solving, kamu harus senantiasa melacak progres ide-ide kamu, sesuai kata CMOE. Kamu harus selalu bertanya, apakah masalah sudah teratasi? Apakah rencana yang dibuat sudah dilaksanakan dengan baik? Terkadang, kamu akan mengetahui apakah solusimu benar-benar bekerja dengan baik selama tahap eksekusi. Jika masalah tetap terjadi, jangan berkecil hati. Kembali lakukan tahap identifikasi masalah bersama timmu untuk mencari solusi lain yang lebih efektif. 6. Kembangkan ide lain © Setelah mengetahui bahwa solusi yang diberikan berhasil, problem solver yang andal tidak akan berdiam dan mengambil waktu rehat. Daripada menunggu masalah baru hadir, biasanya, yang ia lakukan adalah memikirkan ide-ide solutif baru. Seperti diungkapkan Life Hack, hal ini dilakukan dengan cara berevaluasi dan mengembangkan ide lama dengan inisiatifmu sendiri. Bila kamu secara aktif terus mengembangkan ide-ide baru, dijamin kemampuan problem solving-mu akan meningkat tanpa disadari. 7. Manfaatkan mind mapping © Cara efektif selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan problem solving adalah dengan memanfaatkan metode mind mapping. Bagi kamu yang belum tahu, mind map adalah gambaran visual dari suatu masalah dan kemungkinan terbaik untuk solusinya. Menurut CMOE, metode ini mampu membantu memfokuskan pikiran, merangsang otak, dan memetakan berbagai informasi agar kamu bisa memahami masalah dengan lebih mudah. Tak hanya itu, mind mapping juga bisa menjadi cara yang ampuh, lho, untuk tingkatkan kemampuan berpikir kreatif. Akan tetapi, seperti apa cara untuk melakukan mind mapping yang baik? Lalu, apakah ada strategi khusus untuk menjalankan metode tersebut? Tenang, kamu bisa pelajari selengkapnya dalam artikel ini. Yuk, dibaca! 8. Pelajari cara orang lain menyelesaikan masalah © Mempelajari cara orang lain menyelesaikan masalah mereka juga dapat menjadi cara yang ampuh untuk meningkatkan soft skill problem solving. Strategi ini ternilai jitu karena langkah yang diambil rekan kerjamu bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan problem solving kamu ke depannya. Bahkan, agar bisa lebih efektif, tanyakan pada orang-orang yang lebih berpengalaman terkait cara mereka menyelesaikan masalah, seperti atasanmu di kantor. Pemimpin yang baik sudah pasti akan memiliki kemampuan problem solving yang mumpuni. 9. Gabung dalam proyek-proyek baru di kantor © Menurut laman Life Hack, apabila kamu ingin meningkatkan skill problem solving, gabunglah dalam proyek-proyek baru di kantor. Mengapa demikian? Sebab, dengan menempati diri pada situasi yang asing, secara otomatis kamu akan terdorong untuk beradaptasi dan berimprovisasi. Tak hanya itu, proyek-proyek ini juga pastinya akan hadir dengan berbagai masalah baru. Di sini lah kamu bisa melatih kemampuan problem solving secara langsung. Perlu kamu ketahui bahwa problem solving merupakan skill yang sifatnya praktis. Ia perlu diasah dengan kondisi yang riil agar bisa berkembang dengan baik. 10. Bermain gim asah otak © Cara terakhir untuk meningkatkan kemampuan problem solving adalah dengan memainkan gim-gim khusus asah otak. Gim-gim asah otak ini merupakan sarana yang seru dan tidak membosankan untuk tingkatkan skill problem solving. Bahkan, ia juga bisa menjadi langkah yang jitu untuk mempertajam kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Nah, memangnya, apa saja game asah otak yang dapat kamu mainkan? Tenang, Glints sudah rangkum contoh-contoh terbaiknya dalam artikel yang ringkas untukmu. Yuk, klik link ini dan baca artikelnya sekarang juga! Itulah kesepuluh cara terbaik yang dapat kamu ikuti untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Bagaimana tips-tips yang Glints berikan tadi? Cukup menarik bukan? Intinya, kemampuan problem solving hanya bisa ditingkatkan apabila kamu terus berlatih. Semoga dengan mencoba tips-tips yang sudah Glints sediakan di atas, kamu semakin mahir dalam melakukan problem solving dan bisa menjadi pekerja yang lebih andal, ya! 6 Ways to Enhance Your Problem Solving Skills Effectively How to Develop Problem Solving Skills 4 Tips 10 Ways to Improve Your Problem-Solving Skills 45 Views Ilustrasi./Copyright Jakarta Namanya nasib, keburukan bisa hinggap berselang-selang. Ketika satu persoalan radu, muncul persoalan baru. Sampai-sampai kadang sebuah masalah yang belum tuntas ditumpuk dengan komplikasi baru nan lebih berat, dan itu sering membuat kita keteteran sendiri. Setiap masalah hadir bagi kita hadapi dan atasi. Meski bisa jadi tak mudah dalam mengatasinya, tapi kelihatannya sememangnya kita n kepunyaan kemampuan yang lebih besar dan kuat sehingga berlimpah mengatasi setiap masalah yang terserah. Berikut ini beberapa etiket atau bukti yang menunjukkan bahwa kamu perempuan teguh yang dapat mengatasi setiap persoalan. 1. Tidak Pernah Menyalahkan Kejadian Ilustrasi./Copyright Detik ada masalah, alangkah mudah lakukan kita buat menyalahkan keadaan ataupun menumpahkan kesalahan ke bani adam lain alias situasi tak. Cuma, saat anda memilih bagi tidak menyalahkan situasi, maka selayaknya kamu mutakadim cukup dewasa dan fertil mengatasi persoalan yang ada. Mengutip siasat Ki amblas, Menemukan Diri Sejati, ketika kita mengalami masalah atau kekacauan apa pun intern hidup kita, ingatlah bahwa itu adalah paparan kita sendiri. Kita koteng yang membuatnya menjadi gelap, lain orang lain. Maka, ketika ada masalah nomplok dan kita mengidas kerjakan menghadapinya, maka sebenarnya kita punya kemampuan bakal mengatasinya. 2. Punya Kemampuan Mengurus Stres dengan Baik Ilustrasi./Copyright Makin banyak ki kesulitan, makin stres dan tertekan kita dalam menjalani hidup. Kadangkala kondisi stres dan mumbung tekanan tak bisa kita hindari. Maka, yang mesti kita lakukan adalah mengelolanya dengan baik. Sehingga tiap kali kita merasa stres, kita boleh melampiaskannya dengan cara yang lebih sehat. Bisa dengan tafakur, latihan yoga, atau beroleharaga. 3. Tidak Lari semenjak Masalah Ilustrasi./Copyright Memiliki keberanian menghadapi masalah merupakan kejadian nan unik. Saat kamu sudah berani menghadapi persoalan yang ada, dan tidak meleleh atau lari darinya, maka sebenarnya ia punya kemampuan bikin mengatasi kerumitan situasi yang terserah. Walau awalnya sulit bakal menemukan solusi atau jalan keluar terbaiknya, tapi ketika kamu melembarkan cak bagi menghadapi keburukan alih-alih darinya, maka ini sudah lalu jadi bukti bahwa engkau sebenarnya perempuan yang kuat dan tetap. 4. Bisa Mengapresiasi Diri yang Sudah lalu Berusaha Maksimal Ilustrasi./Copyright Kamu mungkin merasa punya banyak kesuntukan, tetapi itu tak menghalangimu untuk memecahkan masalah yang ada. Justru saat dia bisa mengapresiasi diri yang sudah berusaha dan berjuang maksimal dalam menyikapi berbagai persoalan, maka sebenarnya kamu mampu mengatasi kesulitan yang suka-suka. 5. N kepunyaan Keyakinan Ada Akomodasi sesudah Kesulitan Ilustrasi./Copyright Keagamaan ini senantiasa ia jabat teguh. Kamu meyakini setiap masalah pasti hadir dengan urut-urutan keluar. Kalaupun sebuah masalah belum bisa anda selesaikan dengan sempurna, setidaknya ada hikmah alias pelajaran yang boleh kamu petik darinya. Setiap kebobrokan, bagimu adalah semacam batu lompatan untuk membantumu jadi pribadi yang lebih dewasa dan bijak juga. Semoga barang apa pun komplikasi yang sedang ia hadapi detik ini bisa segera terselesaikan dengan baik, ya. Songsong belas kasih kamu yang telah bersikukuh dan berjuang sampai ketika ini. WomenforWomen What’s On Fimela powered by Source Posted by Pengertian dan 6 Tahap Penyelesaian Masalah – Masalah bisa muncul di segala aspek dalam kehidupan. Mulai dari kehidupan pribadi sampai profesional. Mulai dari hal yang sepele sampai yang serius. Masalah bisa muncul kapanpun dan dimanapun. Bagaimanapun setiap masalah pasti ada solusinya. Hanya saja terkadang memecahkan masalah satu bisa lebih sulit dari masalah lainnya. Hingga akhirnya menimbulkan kendala-kendala secara berlarut-larut yang menjadi penyebab masalah tidak terselesaikan. Ada kerangka penyelesaian masalah yang dapat digunakan untuk menemukan solusi bagi masalah yang sedang dihadapi. Kerangka ini diperlukan untuk mengetahui langkah apa saja yang perlu diambil agar akhirnya menemukan solusi dari masalah. Sehingga kemampuan memecahkan masalah dengan baik sangat penting karena dibutuhkan di berbagai aspek kehidupan. Pengertian Penyelesaian Masalah Penyelesaian masalah adalah segala proses yang dilalui untuk menemukan solusi dari masalah tersebut. Segala proses penyelesaian masalah yang dimaksud adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan agar akhirnya mendapatkan solusi masalah. Langkah-langkah tersebut dimulai dari mengidentifikasi masalah sampai merumuskan solusi masalah. Kemampuan dalam memecahkan masalah sangat dibutuhkan oleh setiap orang dan berlaku untuk berbagai aspek kehidupan. Itulah hal yang membuat kemampuan memecahkan masalah dengan baik sangat ditekankan dalam lingkungan profesional seperti tempat kerja. Kerangka penyelesaian masalah biasanya berlaku untuk berbagai jenis masalah. Beberapa bidang mungkin saja memiliki proses penyelesaian masalah sendiri yang dirasa lebih bisa mewakili kebutuhannya. Misalnya seorang programmer membutuhkan kerangka penyelesaian masalah yang selaras dengan bidangnya karena hal itu lebih memudahkannya dalam memahami dan menemukan solusi masalahnya. Berikut langkah-langkah dasar penyelesaian masalah yang dapat diimplementasikan untuk berbagai masalah secara umum dan khususnya bagi perusahaan atau organisasi. 1. Tentukan apa masalahnya Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang penting dalam memecahkan masalah karena dapat menentukan langkah selanjutnya. Upaya menentukan masalah dapat dilakukan dengan menjabarkan berbagai informasi faktual atau data dan mengerucutkannya pada identifikasi masalah. Selama proses ini, pastikan untuk tetap fokus pada tujuan mengidentifikasi masalah. 2. Tentukan beberapa solusi sekaligus Setelah mengidentifikasi masalah, jabarkan solusi yang memiliki potensi paling besar dalam menyelesaikan masalah. Sebaiknya merumuskan tidak hanya satu solusi tapi beberapa sekaligus. Sebab belum tentu satu solusi yang dirasa sudah baik, akhirnya bekerja dengan baik. Mempersiapkan alternatif solusi dapat mempercepat proses menguji solusi lain ketika solusi yang sebelumnya ternyata tidak berhasil. 3. Evaluasi dan memilih solusi Menentukan solusi mana yang lebih dulu perlu dicoba bisa menjadi kesulitan tersendiri. Evaluasi kembali berbagai solusi yang sudah disiapkan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Apakah solusi ini dapat menyelesaikan masalah yang spesifik ini tanpa menyebabkan masalah pada aspek lainnya?Apakah semua pihak akan menyetujui solusi ini?Apakah dampak dari solusi ini paling minimal daripada solusi lainnya? Setelah menjawab pertanyaan tersebut, secara otomatis akan menemukan pilihan solusi terbaik. 4. Implementasi solusi Langkah terakhir dari penyelesaian masalah adalah implementasi solusi itu sendiri. Tahap terakhir ini tentu saja bukan tahap yang mudah untuk dilakukan. Tetapi ada beberapa hal yang dapat dimasukkan untuk meningkatkan efisiensinya pada solusi. Melibatkan pihak lain dalam megimplementasi solusi dapat mendorong keberhasilan upaya menyelesaikan masalahMengawasi proses sehingga dapat segera memperbaiki kesalahan sebelum berlarut-larut dan kesalahan semakin besarMenerima masukan ketika solusi sedang dan sesudah diimplementasikan sehingga mengetahui seberapa signifikan atau berhasil solusi yang dipilih Baca Juga Pengertian Soft Skills 6 Tahap Penyelesaian Masalah McKinsey adalah salah satu firma terbesar dan diakui di dunia yang bergerak di bidang konsultasi dan manajemen mulai dari bisnis, pemerintah, hingga institusi. Pada 2001, mereka merilis buku yang sukses dan menjadi panduan di bidang manajemen dan konsultasi berjudul “The McKinsey Mind Understanding and Implementing the Problem-Solving Tools and Management Techniques of the World’s Top Strategic Consulting Firm” dan ditulis oleh Ethan Rasiel serta Paul N. Friga. Kesuksesan dan kepopuleran buku tersebut dikarenakan mampu menyampaikan tahap-tahap penyelesaian masalah dengan tepat. Beberapa tahapan yang dijelaskan dalam buku mungkin sederhana, tetapi biasanya tidak diimplementasikan dengan maksimal. Buku tersebut juga berbagi tips-tips yang tidak hanya membantu dalam hal konsultasi tetapi juga analisis, penyajian, dan manajemen masalah sehingga buku ini mencakup keseluruhan secara komprehensif. Tujuan dari tahap penyelesaian masalah menurut McKinsey ini adalah memberikan pemahaman tentang pendekatan terhadap masalah yang dilakukan McKinsey sebagai perusahaan dan alasannya. Cara mengimplementasikan tahap penyelesaian masalah ini adalah dengan melakukannya satu per satu sesuai urutan. Enam tahap penyelesaian masalah berdasarkan McKinsey tersebut adalah sebagai berikut. 1. Identifikasi masalah dengan tepat Memahami masalah yang sedang ingin diselesaikan dengan keyakinan penuh bukan hanya langkah pertama proses penyelesaian masalah, tetapi juga yang paling penting. Tanpa mengetahui dengan pasti isu apa yang sedang terjadi, yang sedang dihadapi, dan apa yang diharapkan ke depannya, akan sulit membuat rencana secara efisien dan mengetahui solusi yang bisa jadi sudah muncul sebelum masalah penjadi panjang. Teknik McKinsey dalam mengidentifikasi masalah dapat dilakukan melalui “problem statement worksheet”. Yaitu lembar kerja berisi beberapa hal yang harus dijawab sebagai berikut. a. Specific, Measurable, Action-Oriented, Relevant, and Time Bound SMART Gunakan masing-masing komponen dalam SMART untuk mengidentifikasi masalah. Contohnya, “apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan keuntungan klien ritel bahan bakar hingga dalam lima tahun ke depan?” Berdasarkan pertanyaan tersebut, diketahui memenuhi komponen dalam SMART seperti yang dijelaskan sebagai berikut. Specific khusus “untuk meningkatkan” Measurable dapat diukur “ingin mendapatkan dalam lima tahun” Action-oriented upaya “apa yang bisa kami lakukan” Relevant relevan keseluruhan maksud pertanyaan Time bound batas waktu “lima tahun” Memahami pertanyaan awal penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin dicapai dan kapan tujuan tersebut harapannya bisa tercapai. Selain itu pertanyaan awal ini membantu menghindari analisis yang kurang perlu dan hilangnya fokus. b. Kriteria keberhasilan Menyambung dari contoh di atas, penting memahami keinginan klien. Untuk memenuhi tujuan tersebut, biasanya terdapat kriteria-kriteria kualitatif dan kuantitatif yang harus dipenuhi oleh solusi yang telah ditetapkan. Pentingnya memahami kriteria ini juga untuk memahami ketika solusi sudah ditemukan. Contohnya klien ingin menurunkan pengembalian modal investasi sampai 10%. Maka hal yang dilakukan adalah mengetahui apa itu pengembalian modal investasi, cara menghitung, dan alasan mereka ingin menurunkannya. Setelah itu, periksa berbagai solusi potensial yang sudah disiapkan dan periksa yang mana yang paling mendekati dan sejalan dengan tujuan klien. c. Lingkup dan batasan Lingkup yang dimaksud adalah segmentasi pasar yang dioperasikan. Sedangkan batasan adalah hal-hal yang sulit untuk dilakukan demi merumuskan masalah. Contohnya dalam kasus perputaran keuntungan. Satu set solusi yang dirumuskan akan melibatkan masuk pasar baru atau memperkenalkan produk baru. Sehingga bertanya pada klien apakah solusinya bisa diterima atau sudah sesuai lingkup akan sangat membantu dalam menghemat waktu. 2. Menstruktur masalah McKinsey memiliki pohon hipotesis yang fokus pada mendaftar berbagai hipotesis yang relevan dan masing-masing dieksplorasi secara sistematis. Pohon hipotesis ini lebih cocok untuk masalah atau situasi yang terstruktur seperti yang berkaitan dengan meningkatkan keuntungan, penjualan, dan menurunkan biaya. Untuk lebih memahami pohon hipotesis, berikut ilustrasi pohon hipotesis dan template yang dapat diunduh sebagai panduan membuat pohon hipotesis. sumber stratechi 3. Susun prioritas masalah Menyusun prioritas masalah dapat dilakukan dengan membuat daftar masalah dan mengurutkannya dari yang memiliki dampak besar sampai yang ringan. Pastikan urutan pertama adalah masalah yang harus diutamakan atau disegerakan dalam penyelesaian masalahnya. Menyusun prioritas masalah akan lebih mudah dipahami jika ditunjukkan dalam contoh kasus. Contoh dari poin menyusun prioritas masalah adalah dalam kasus peningkatkan keuntungan. Sebab meningkatkan harga, menjual lebih banyak produk, dan menurunkan pengeluaran biaya mungkin dilakukan kapan saja. Menaikkan harga adalah pilihan yang memberikan dampak tertinggi secara lebih mudah. Hal ini juga yang membuatnya menjadi pilihan pertama. 4. Rencakanan dan eksekusi analisis Keunikan dari metode penyelesaian masalah McKinsey adalah sudah ada solusi yang terpikirkan sebelum memulai proses penyelesaian masalah. Dari langkah-langkah sebelumnya yang telah disebutkan, sudah berkali-kali menekankan tentang solusi. Selain juga menekankan pentingnya membuat hipotesis yang diproritaskan untuk dieksplorasi selanjutnya. Artinya setiap langkah-langkah yang dijelaskan di atas berusaha menekankan agar selalu fokus pada menemukan solusi. Tidak lain agar prosesnya selalu di jalan yang benar dan sesuai tujuan awal dari adanya kerangka penyelesaian masalah ini. Menarik sebenarnya melihat proses penyelesaian masalah ini bisa dieksplorasi dengan cara mengimplementasikan solusi yang pertama yang sudah dirumsukan. Kemudian perhatikan beberapa bagian atau hal yang dirasa masih kurang maksimal. Tanpa berpikir dengan cara seperti itu, waktu dan uang akan terbuang percuma karena analisis yang bisa dilakukan dengan cepat malah menjadi lama. 5. Sintesasi temuan McKinsey memiliki ciri cenderung condong membuat struktur piramida dimana bukti-bukti pendukungnya disambungkan dengan lainnya menggunakan tanda penghubung di bawah poin utama yang ditunjukkan dengan titik. Tujuan dari membentuk sintesis atau perpaduan ini adalah menggabungkan dan memberikan gambaran atau ilustrasi yang jelas, mudah dipahami, dan bisa langsung diterima oleh klien atau siapapun yang membutuhkan pemahaman ini. Berikut contoh sintesasi temuan yang dimaksud. Sumber McKinsey & Company 6. Kembangkan rekomendasi Diperlukan pengembangan rencana strategis yang bersifat pragmatis dalam merumuskan rekomendasi dengan mengikuti tiga elemen berikut. a. Merumuskan inisiatif yang relevan dengan berbagai aspek sehingga rencana dapat berjalan sesuai harapan. Inisiatif tersebut juga menawarkan keseimbangan antara keberhasilan, dampak yang seimbang dan berjangka panjang, serta mempertimbangkan sumber daya yang tersedia yang juga akan mempertimbangkan prioritasnya. b. Ada kejelasan bagi setiap inisiatif c. Kunci keberhasilan dan tantangan dalam menyampaikan inisiatif Selama solusi mulai dan sedang diimplementasikan, rekomendasi atau masukan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan solusi yang telah ditetapkan dan berjalan tersebut. Masukan yang diberikan oleh klien atau pihak lainnya ini akan memberitahukan apa yang orang lain rasakan dari solusi tersebut dan cara kerjanya. Masukan ini juga dapat membantu dalam hal meningkatkan keberhasilan solusi yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan mungkin saja dapat menemukan kendala kecil selama proses yang dapat segera diselesaikan sebelum menjadi serius. Sehingga mengembangkan sistem rekomendasi atau masukan ini sangat penting demi akhirnya masalah terselesaikan. Itulah penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan penyelesaian masalah. Tidak hanya itu, artikel ini juga menjelaskan enam tahap penyelesaian masalah oleh McKinsey yang dapat dijadikan panduan dalam menyelesaikan masalah untuk bidang umum maupun khusus.

jabarkan mengenai mampu mengatasi masalah