Padapasal 23 ayat empat (4), Bagian Kedua, mengenai Batas Kecepatan disebutkan, batas kecepatan sebagaimana dimaksud ditetapkan sebagai berikut. a. Paling rendah 60 kmj dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kmj untuk jalan bebas hambatan. b. Paling tinggi 80 kmj untuk jalan antarkota. c. Paling tinggi 50 kmj untuk kawasan perkotaan. Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan limbah yang dapata mencemari udara, air dan tanah. Tidak mau menutup mata dengan isu-isu pencemaran lingkungan, Agincourt Resource merasa masalah ini memang merupakan tanggung jawab dari perusahaan tambang. Agincourt akan terus berupaya memberikan jaminan terhadap kelangsungan dan Agus. Ketentuan Akses Jalan & Infrastruktur di Area Tambang. Dalam membuat akses jalan tambang, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain lebar jalan, grade, radius tikungan, dan superelevasi. Akses jalan tambang juga dibuat berdasarkan jenis, jumlah, dan kapasitas serta penambahan angkut sebesar 25% dari laju produksi. KecepatanMaksimum dan Jarak Beriringan di Jalan Tambang/HaulingGrade Jalan Tambang : Jalan dan Turning Radius : https://yo JagaKecepatan sesuai dengan ketentuan/ rambu batas kecepatan. Patuhi rambu-rambu yang ada. Selalu jaga jarak aman beriringan ketika berkendara. Dilarang melakukan kegiatan lain saat berkendara. Berhentilah di tempat yang aman jika akan melakukan aktivitas lain seperti mengambil air minum atau mengangkat telfon. . July 5, 2022 admin Pengoperasian Peralatan Di Jalur Hauling Tambang tag LOTO video safety induction video k3 video safety induksi kantor induksi karyawan video induksi tamu jasa video safety alat pelindung diri APD APAR Helm safety video she pertamina video safety tambang video safety mining tambang induction video jasa video hse safety poster bekerja di ketinggian Sebelum anda mengoperasikan trailer anda wajib melakukan P2H kepada kendaraan yang akan digunakan. Pastikan seluruh fungsi kendaraan dalam keadaan baik, selalu cek kondisi ban, rem, lampu, kondisi mesin dan oli, serta fungsi lain sesuai dengan lembar P2H. Jika di temukan kerusakan segera laporkan kepada supervisor untuk dilakukan perbaikan. Pastikan pula anda menggunakan sabuk pengaman sebelum menjalankan kendaaraan, dan lampu kendaraan telah dinyalakan. Ketika anda akan mengambil batu bara dari ROM, pastikan anda mengaktifkan radio pada channel ROM dan pastikan anda melakukan test dumping terlebih dahulu. Test dumping tersebut berguna untuk memastikan vessel bersih dari material selain batubara dan memastikan vessel dapat berfungsi dengan baik. Pastikan pula operator memasang label seam sesuai dengan kargo batubara yang dibawanya. Ketika membawa muatan batubara, pastikan sesuai dengan kapasitas muat kendaraan. Pastikan batubara yang berada di vessel dirapikan, agar tidak terjatuh di sepanjang jalur hauling. rules 1. Ketika berjalan di jalur hauling, pastikan anda mematuhi semua rambu-rambu yang terpasang. Atur laju kendaraan sesuai dengan rambu yang terpasang. 70 km/ jam adalah kecepatan maksimal untuk trailer selama berada di jalur 40 km/ jam, seperti di area jalur hijau, pada km 50 sampai km 55 atau jalur lainnya yang terdapat rambu-rambu 40 km / melewati jembatan, maksimal kecepatan kendaraan adalah 20 km / di jalan yang sedang diperbaiki atau dalam perawatan juga, 20 km/ areal kantor atau workshop 25 km/ area kerja Terminal Khusus Batubara 25 km/ maksimal kendaraan angkutan massal di jalan coal hauling adalah 70 km/jam dan pengemudi dilarang mendahului/over taking kendaraan/unit trailer, kecuali pada kondisi a Kendaraan/unit trailer breakdown atau kecepatan trailer kurang dari 30 km/jam. b Trailer memberi kesempatan untuk didahului pada km 0-3 dan km 48-50. 2. Dilarang untuk membawa penumpang, kecuali dalam kegiatan training atau inspeksi. 3. Kurangi kecepatan jika akan melewati persimpangan jalan dengan perumahan penduduk. 4. Gunakan radio hanya untuk kepentingan berkomunikasi. Jangan menggunakan radio untuk bercanda atau mengobrol. 5. Jangan menggunakan handphone ketika mengoperasikan trailer. Jika akan menggunakan handphone, pastikan anda menepikan unit ke parking bay terdekat sebelum menerima telepon. 6. Jika mengantuk atau kelelahan, segera tepikan trailer pada parking bay terdekat dan beristirahatlah. 7. Jarak aman beriringan antar trailer adalah 200 meter, dan jarak sarana dengan trailer adalah 100 meter. 8. Sesama trailer di larang untuk saling mendahului. Mendahului boleh dilakukan hanya jika trailer di depan low power, break down dan melaju dengan kecepatan di bawah 40 km/ jam. 9. Dilarang mendahului diarea tanjakan, turunan dan area yang dipasang rambu dilarang mendahului. Pastikan anda menginformasikan kendaraan didepan anda sebelum mendahului via radio. 10. Jika terjadi antrian pada area ROM atau Terminal Khusus Batubara jagalah jarak antar unit 15 meter. Di jalur hauling, terdapat timbangan. Perhatikan rambu-rambu ketika anda memasuki timbangan. Pastikan saat antri di timbangan jarak antar unit trailer 15 meter. Saat memasuki timbangan pastikan anda berkomunikasi dengan pihak timbangan untuk memberikan informasi, saat akan melakukan penimbangan pastikan unit trailler di depan selesai melakukan penimbangan, barulah unit trailler masuk untuk melakukan penimbangan. Aturan Berkomunikasi saat mengoperasikan unit 1. Semua unit yang memasuki dan melintas di sepanjang jalur haul road harus mengaktifkan radio pada frekuensi 4. 2. Gunakan radio komunikasi dengan santun dan tidak dibenarkan melakukan komunikasi yang tidak ada hubungannya dengan tugas. 3. pengguna dilarang dengan sengaja menekan radio dalam waktu yang lama. 4. informasikan kepada unit yang berlawanan arah yang ditemui di jalur hauling apabila menemukan kondisi tidak aman. 5. Apabila akan mendahului unit yang didepannya, harus memberikan informasi kepada unit tersebut hingga mendapat jawaban bahwa kondisi di depan aman dan dipersilahkan untuk mendahului. 6. Memberikan informasi kepada unit dibelakangnya apabila mengurangi kecepatan saat akan berhenti karena ada hambatan di depannya. 7. Memberikan informasi saat keluar atau masuk persimpangan ROM, parking bay, dan parkiran atau halte. 8. Gunakan bahasa yang dipahami dan dimengerti oleh semua pengguna jalur hauling. Breakdown Jika anda mengalami break down di jalur hauling, segera tepikan infokan via radio untuk meminta bantuan kepada hand mesin dan nyalakanlah lampu bendera breakdown pada sisi depan dan belakang unit trailer. Pasang ganjal di depan dan belakang traffic cone 30 meter di depan dan di unit breakdown operator tidak boleh meninggalkan wajib menginformasikan via radio kondisi traffic di sekitar unit yang break down. 6. Aturan yang berlaku saat kendaraan mengalami kerusakan Lampu hazard/peringatan harus dihidupkan setiap peringatan bahaya harus diletakan di depan dan di belakang dengan jarak minimum 30 meter dari kendaraan produksi/alat bendera untuk kendaraan produksi sebagai tanda unit tersebut mengalami kerusakan/ harus diposisikan di sisi kiri jalan sejauh mungkin untuk mencegah bahaya untuk pengguna jalan yang lain, jika memungkinkan kendaraan diposisikan ditempat yang aman/dibawa ke wajib membantu traffic dijalur ketika unit breakdown dibadan jalan dan dalam waktu sampai unit bisa digunakan kendaraan yang mengalami kerusakan breakdown harus segera dibawa ke bengkel/workshop dengan waktu maksimum 3,5 jam. 7. Break Down sarana Aturan yang berlaku saat kendaraan mengalami kerusakan Lampu hazard/peringatan harus dihidupkan setiap peringatan bahaya harus diletakan di depan dan di belakang dengan jarak minimum 15 meter dari kendaraan sarana/bus/unit support harus diposisikan di sisi kiri jalan sejauh mungkin untuk mencegah bahaya untuk pengguna jalan yang lain, jika memungkinkan kendaraan diposisikan ditempat yang aman/dibawa ke wajib membantu traffic dijalur ketika unit breakdown dibadan jalan dan dalam waktu sampai unit bisa digunakan kendaraan yang mengalami kerusakan breakdown harus segera dibawa ke bengkel/workshop dengan waktu maksimum 3,5 jam. Pengoperasian Peralatan Di Jalur Hauling Tambang Setiap perusahaan memiliki regulasi yang berbeda, pastikan anda mengetahui dan menaati sesuai regulasi di perusahaan anda. Jika anda membutuhkan safety video, safety sign, safety poster, safety handbook, safety stiker, label LB3, stiker label B3, tag loto dan media kampanye HSE lainnya, silahkan email ke info atau bisa menghubungi di 0895708137373 Kunjungi website kami di dan SAMARINDA, - Jarak tambang minimal dengan permukiman maupun fasilitas umum fasum belum ditentukan dalam perda. Namum, Agus Suwandi, Ketua Pansus Tambang pada Senin 6/8/2012 mengatakan bahwa jarak yang ideal antara 200 - 500 meter dari permukiman penduduk dan defenisi "pemukiman", pansus sendiri menurutnya belum menjelaskan secara rinci. Seperti diketahui, ada berapa lokasi di Samarinda, seperti di Samarinda Utara yang hanya terdiri dari satu atau rumah rumah dan jauh dari permukiman, maka menurut Agus, bila memang nantinya telah ditentukan jarak dan rumah tersebut terkena di dalamnya, maka rumah itu harus direkolasi."Masih kita usulkan jaraknya 500 - 200 meter. Kalau cuma satu atau dua rumah tidak bisa dikatakan pemukiman. Maka itu harus direlokasi. Itulah namanya direklokasia kalau cuma satu dua rumah yang berada di lokasi tambang," katanya. Dalam pekerjaan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kegiatan berkendara, baik itu sebagai penumpang pengemudi atau berkendara baik mengunakan roda dua atau lebih merupakan suatu kebiasaan yang setiap hari kita lakukan dalam keseharian, baik dalam kehidupan di masyarakat umum jalan umum ataupun ketika kita berkendara di area tambang. Beberapa Aspek yang perlu diperhatikan ketika kita berkendara saat di jalan yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain dalam Safety Riding. Salah satu faktor kecelakaan terbanyak di Tambang adalah berkendara tidak aman. Oleh karena itu perlu semua karyawan perlu mengetahui tata cara berkendara yang aman untuk meningkatkan keamanan operasional dan menjaga keselamatan. Adapun Tips berkendara yang aman sebagai berikut A. Sebelum Berkendara 1. Pastikan kondisi kita dalam keadaan fit, siap dan kuat untuk mengemudikan kendaraan, tidak Fatigue 2. Pastikan SIMPER unit belum kadaluarsa. 3. Pastikan kondisi kendaraan layak, lakukan P2H sebelum dioperasikan bila menemukan bahaya segera lapor. 4. Panaskan kendaraan sebelum mulai dijalankan. B. Saat Berkendara 1. Kenakan sabuk pengaman sebelum berkendaraan semua penumpang wajib mengenakan sabuk pengaman. Pastikan berbunyi klik dengan suara nyaring. 2. Atur posisi duduk senyaman mungkin supaya tidak pegal/ cepat lelah yang dapat menyebabkan fatigue. 3. Pastikan spion terlihat/ tidak terhalang, dalam kondisi bersih dan atur spion sesuai dengan jangkauan pengemudi. 4. Bunyikan klakson 1 kali jika akan menghidupkan mesin, 2 kali ketika akan maju dan 3 kali ketika akan mundur. 5. Perhatikan kiri kanan depan belakan ketika akan melakukan manuver. 6. Lakukan komunikasi menggunakan radio ketika hendak bermanuver di dekat unit lain. Gunakan radio secara bijak jangan dijadikan media curhat. 7. Jaga Kecepatan sesuai dengan ketentuan/ rambu batas kecepatan. Patuhi rambu-rambu yang ada. 8. Selalu jaga jarak aman beriringan ketika berkendara. 9. DILARANG melakukan kegiatan lain saat berkendara. Berhentilah di tempat yang aman jika akan melakukan aktivitas lain seperti mengambil air minum atau mengangkat telfon. C. Saat Berhenti dan Parkir 1. Pastikan parkir di area parkir yang tersedia atau tempat yang aman. 2. Jika parkir harus dilakukan di lokasi yang menanjak atau menurun, aktifkan penuh rem tangan fullhand brake dan aktifkan gigi gear maju untuk kondisi jalan menanjak dan gigi persnelling mundur untuk kondisi jalan menurun serta mengganjal roda kendaraan/unit dengan ganjal roda. 3. Pastikan jarak parkir aman atau tidak terlalu dekat dengan unit lain. 4. Jika unit mengalamai Breakdwin di jalan nyalakan lampu hazart/ bahaya, pasang safety cone 15 meter di depat dan di belakang unit serta pasang ganjal. 5. Cek kembali kendaraan setalah selesai digunakan. Kepdirjen 185 Th 2019, Hal. 179-181paling sedikit dengan ketentuan 1 membuat manajemen lalu lintas tambang dan mengatur lalu lintas di Pertambangan serta memasang tanda lalu lintas yang diperlukan, untuk memberitahukan para pengemudi paling sedikit tentang a perintah berhenti pada persimpangan; b tikungan; c arah lalu lintas; d prioritas; e batas kecepatan; f batas tinggi kendaraan; g tanjakan/turunan; dan h daerah parkir, larangan parkir, serta hal lain yang berhubungan dengan keselamatan lalu lintas tambang, 2 membuat jalur lalu lintas satu arah pada pekerjaan memuat, membongkar, dan menumpahkan muatan; 3 pengemudi dapat mendahului kendaraan lain pada jalur yang telah ditetapkan dengan memberikan informasi melalui radio komunikasi dengan pengemudi atau operator dari unit yang akan didahului; 4 Pekerja yang diizinkan berjalan atau berada pada jalan angkutan atau pada tempat pemuatan dan pembongkaran selalu memakai rompi pantul atau reflective vest dengan warna yang mencolok; 5 kendaraan yang dilengkapi dengan bak penumpah atau tipping body dilengkapi alat pengaman yang sesuai standard; 6 memasang pengganjal roda atau mengarahkan unit ke tanggul atau rusuk jalan jika alat angkut parkir di tempat yang miring dan memposisikan bak penumpah dalam kondisi turun; 7 mengoperasikan kendaraan dengan perlahan apabila melalui jalanan yang menurun dengan menggunakan transmisi tertentu sesuai kajian yang telah dilakukan; 8 pengemudi sebelum menjalankan kendaraannya memastikan tidak ada orang di sekitar kendaraannya peringatan a satu kali ketika akan menyalakan kendaraan; b dan memberi tanda bunyi dua kali ketika kendaraan akan bergerak maju; dan c tiga kali ketika memundurkan kendaraan, Sponsored Post September 11, 2021 Dalam pekerjaan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kegiatan berkendara, baik itu sebagai pengemudi atau penumpang. Salah satu faktor kecelakaan terbanyak di Tambang adalah berkendara tidak aman. Oleh karena itu perlu semua karyawan perlu mengetahui tata cara berkendara yang aman untuk meningkatkan keamanan operasional dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Adapun Tips berkendara yang aman sebagai berikut A. Sebelum Berkendara Pastikan kondisi kita dalam keadaan fit, siap dan kuat untuk mengemudikan kendaraan, tidak Fatigue.Pastikan SIMPER dan SKO unit belum kondisi kendaraan layak, lakukan P2H sebelum di kendaraan sebelum mulai dijalankan. B. Saat Berkendara Kenakan sabuk pengaman sebelum berkendaraan semua penumpang wajib mengenakan sabuk pengaman. Pastikan berbunyi klik dengan suara posisi duduk senyaman mungkin supaya tidak pegal/ cepat lelah yang dapat menyebabkan spion terlihat/ tidak terhalang, dalam kondisi bersih dan atur spion sesuai dengan jangkauan pengemudi. Bunyikan klakson 1 kali jika akan menghidupkan mesin, 2 kali ketika akan maju dan 3 kali ketika akan mundur. Perhatikan kiri kanan depan belakan ketika akan melakukan manuver. Lakukan komunikasi menggunakan radio ketika hendak bermanuver di dekat unit lain. Gunakan radio secara bijak jangan dijadikan media curhat. Jaga Kecepatan sesuai dengan ketentuan/ rambu batas kecepatan. Patuhi rambu-rambu yang ada. Selalu jaga jarak aman beriringan ketika melakukan kegiatan lain saat berkendara. Berhentilah di tempat yang aman jika akan melakukan aktivitas lain seperti mengambil air minum atau mengangkat telfon. C. Saat Berhenti dan Parkir Pastikan parkir di area parkir yang tersedia atau tempat yang parkir harus dilakukan di lokasi yang menanjak atau menurun, aktifkan penuh rem tangan fullhand brake dan aktifkan gigi gear maju untuk kondisi jalan menanjak dan gigi persnelling mundur untuk kondisi jalan menurun serta mengganjal roda kendaraan/unit dengan ganjal roda. Pastikan jarak parkir aman atau tidak terlalu dekat dengan unit unit mengalamai Breakdwin di jalan nyalakan lampu hazart/ bahaya, pasang safety cone 15 meter di depat dan di belakang unit serta pasang kembali kendaraan setalah selesai digunakan.

batas kecepatan di area tambang